Showing posts with label technology. Show all posts
Showing posts with label technology. Show all posts

Tuesday, 10 January 2012

Komponen- Komponen Mesin Diesel

Motor diesel di ciptakan oleh seorang warga Jerman bernama Rudolf Diesel, dimana pada tahun 1898 berhasil menunjukan karyanya. Latar belakang Rudolf  Diesel membuat mesin tersebut karena ia berkesimpulan bahwa mesin uap semasa itu amat memboroskan bahan bakar, karena rendemennya (efesiensinya) yang rendah. Hingga ia berkehendak untuk membuat  suatu  mesin  yang  pemakaian  bahan  bakarnya  rendah dan dapat dapat merubah panas menjadi panas berguna. Sampai saat ini motor diesel merupakan jenis motor yang dekat dengan populer, karena pemakaian bahan bakarnya yang mudah dan lebih irit.


Motor Diesel biasanya juga disebut “motor penyalaan-kompresi” (“compression-Ignition engine”) oleh karena cara penyalaan bahan bakarnya dilakukan dengan menyemprotkan bahan bakar kedalam udara yang bertekanan dan bertempratur tinggi, sebagai dari akibat proses kompresi. Motor empat tak adalah motor yang setiap siklus kerjanya diselesaikan dalam empat langkah torak dan dua kali putaran poros engkol.dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Komponen Utama Mesin Diesel

Mesin diesel terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing. Komponen atau bagian ini bekerja menjadi satu kesatuan yang kompak sehingga menghasilkan tenaga mekanis. Bagian-bagian utama dari sistem kelengkapan motor diesel adalah sebagai berikut:

a.    Torak
Torak bergerak bolak-balik dari TMA ke TMB atau sebaliknya dan menyebabkan terjadinya perubahan volume baik diatas torak maupun dibawah  torak. Selain itu juga menyebabkan perubahan tekanan. Pada torak terdapat ring yang berfungsi sebagai perapat antara silinder dan torak.

b.    Silinder

Merupakan sebuah ruangan tempat udara yang dikompresikan dan bercampur dengan bahan bakar untuk menghasilkan daya dan merupakan tempat penggerak piston.

c.    Katup

Terdapat dua jenis katup yaitu katup masuk dan katup buang. Katup masuk adalah tempat udara masuk kedalam silinder, sedangkan katup buang adalah tempat daya hasil pembakaran dikeluarkan.

d.    Engkol

Batang engkol berfungsi untuk menghubungkan atau meneruskan gerak bolak-balik kedalam poros engkol. Sebuah komponen yang gerak bolak-balik piston menjadi gerak putaran yang meneruskan daya dari piston ke poros yang digerakkan.

Prinsip Kerja VTEC

Apa itu VTEC ? Kepanjangan VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control), adalah teknologi pengatur katup yang ditemukan oleh Honda, dan sampai sekarang masih digunakan oleh jajaran mesin Honda yang belum menganut i-VTEC. Pada mesin VTEC, kedua katup masuk tak selalu bergerak sama. Misalnya, pada putaran rendah hanya ada satu klep yang membuka. Bukaannya pun relatif kecil karena karakter camshaft yang menonjok, katup ini cocok untuk putaran rendah. Kondisi ini dinilai pas untuk mesin. Karena pada putaran rendah tidak perlu suplai udara banyak. Selain itu, dapat menyebabkan terjadi turbulensi udara untuk membantu mencampur bahan bakar. Mesin jadi irit, efisien, juga ramah lingkungan. Disini saya akan membahas cara kerja,dan mekanisme VTEC.

CARA KERJA VTEC
1.   Ketika mobil melaju pada putaran mesin tinggi, komputer mesin mengaktifkan solenoid untuk VTEC. Selanjutnya, oli mesin yang bertekanan tinggi mengalir ke sistem hidraulik pin pada pelatuk katup isap. Akibat dari pergeseran pin tersebut, ketiga pelatuk bekerja sebagai satu unit. Pada saat ini, pelatuk digerakkan oleh kem dengan cuping tinggi. Hasilnya mesin bekerja untuk menghasilkan tenaga yang lebih besar pada putaran tinggi.
2.  Ketika putaran mesin turun di bawah batas kerja VTEC, solenoid menutup aliran hidraulik atau oli yang menuju ke pin. Karena tidak ada tekanan, pin kembali ke posisi bebas semula. Pelatuk kembali bekerja secara sendiri-sendiri.
3.   Untuk mengatur kerja VTEC, digunakan parameter, yaitu suhu mesin, tekanan oli dan kecepatan kendaraan. Dengan cara seperti itu, saat mobil diam namun gas digeber, VTEC tidak bekerja. Sistem juga dilengkapi dengan pemantau. Fungsinya, bila terjadi gangguan, Engine Control Module (ECM) membuat kode dan menghidupkan lampu “check engine”.

Mekanisme utama VITEC
Mekanisme utama vtec, platuk dan kem utk putaran rendah dan tinggi. Saat bekerja pada putaran rendah, mesin VTEC menggunakan kem dengan angkatan kecil. Ketika mesin bekerja antara 4.000 – 6.000 rpm (tergantung model), kontrol elektronik mengaktifkan sistem hidraulik VTEC. Kem tengah bekerja dengan mendorong pelatuk tengah yang menyatu dengan dua pelatuk lainnya. Karena cuping kem tengah lebih tinggi dan sudutnya juga besar, katup dibuka lebih awal da menutup lebih lama. Di samping itu, dengan cuping yang tinggi, dorongannya terhadap pelatuk katup dan seterusnya katup, juga lebih besar. Hasilnya, jumlah campuran udara dan bensin yang sampai ke ruang bakar lebih banyak. Hasilnya, tenaga yang dihasil besar dan akan mendorong piston bergerak lebih cepat pula.
Mekanisme dasar VTEC lain yang tidak kalah penting keberadaan dan fungsinya adalah pin yang digerakkan secara hidraulik. Pin ini berada di dalam pelatuk. Ketika didorong, pin menyebabkan pelatuk katup bekerja dengan gerakan yang sama. Bila pin bebas, pelatuk bergerak sendiri-sendiri. 

a.    Keuntungan dari sistem VTEC
1)    Mesin bersilinder kecil, mampu menghasilkan tenaga sebanding dengan mesin bersilinder besar.
2)    Memberikan konsumsi bahan bakar yang baik.
3)    Menjaga performa mesin agar tetap optimal, baik untuk putaran mesin rendah maupun putaran tinggi.
4)    Proses pembuangan tak memerlukan pembukaan katup variabel sebab gas buang semakin lancar, jadi kerja mesin akan semakin enteng.


b.    Kelemahan dari sistem VTEC
Karena menggunakan oli, kerja VTEC bisa terganggu karena oli mesin kurang, kotor atau tekanan oli rendah karena adanya kebocoran pada sistem, misalnya O-ring yang rusak. 

Monday, 9 January 2012

Keuntungan Turbo Charger

Teman-teman pasti yang ada dalam benak pikiranya adalah apa itu turbocharger ? Baiklah saya akan mengulas sedikit tentang turbocharger. Turbocharger adalah sebuah kompresor yang digunakan dalam mesin pembakaran dalam untuk meningkatkan keluaran tenaga mesin dengan meningkatkan massa oksigen yang memasuki mesin. Kunci keuntungan dari turbocharger adalah mereka menawarkan sebuah peningkatan yang lumayan banyak dalam tenaga mesin hanya dengan sedikit menambah berat.

Sebuah kerugian dalam mesin petrol adalah rasio kompresi harus direndahkan (agar tidak melewat tekanan kompresi maksimum dan untuk mencegah knocking mesin) yang menurunkan efisiensi mesin ketika beroperasi pada tenaga rendah. Kerugian ini tidak ada dalam mesin diesel diturbocharge yang dirancang khusus. Namun, untuk operasi pada ketinggian, pendapatan tenaga dari sebuah turbocharger membuat perbedaan yang jauh dengan keluaran tenaga total dari kedua jenis mesin. Faktor terakhir ini membuat mesin pesawat dengan turbocharge sangat menguntungkan; dan merupakan awal pemikiran untuk pengembangan alat ini. Komponen mesin ini memiliki tiga bagian penting:  roda turbin,  roda kompressor dan rumah as.

Roda turbin yang bersudu-sudu ini berputar memanfaatkan tekanan gas buang keluar, kemudian melalui as terputarnya roda turbin ini berputar pula roda kompresor dengan sudu-sudunya sehingga memompa udara masuk dalam massa yang padat. Mengingat komponen ini sering berputar melebihi 80.000 rpm maka pelumasan yang baik sangat diperlukan. Dengan adanya pelumas pada as roda turbin akan mengurangi gaya gesek yang terjadi sehingga mempunyai gerak bebas yang lebih besar. Sekian ringkasan dari turbocharger semoga bermanfaat yang membacanya.
 

Friday, 30 December 2011

Sistem Kerja Stasioner


Sistem stasioner akan mengalirkan bahan bakar selama mesim hidup dan piston gas masih tertutup atau terbuka sedikit. Bahan bakar yang mengalir dari ruang pelampung akan melalui pilot jet dan akan bercampur dengan udara yang datang dari lubang setelan angin atau udara. Pada keadaan ini, bahan bakar akan tercampur dengan udara dan bila campuran terlalu kaya, maka akan keluar melalui pilot outlet (saluran tempat bahan bakar mengalir keluar ke saluran utama).


 

Thursday, 29 December 2011

TOYOTA Standard Process


In the manufacture of products, standardization TOYOTA has to be performed, because the manufacturer Toyota has a lot of constumers and the comfort and satisfaction for constumers. The key to successfully enter the era of globalization that is based on Just In Time, Jidoka (built-in-quality), Standardization of work and kaizen (continuos improvement). In the manufacture of a finished product, before there are steps in the production process that the results meet the standards. Belief which has provided the best quality products to their customers, ensuring all TOYOTA provide products with 1 year warranty. This warranty will replace product damage caused due to human error rather than the owner with a claim that is easy. There are seven steps in the manufacturing process, let's see.



1. Styling Design
Making design (2 dimensions) and held a design review, and selecting one of the best design. Purpose: To provide the best design.

2. Product Design / CAD Data Development
From the design of the selected 2D and 3D data created with software Computer Aided Design (CAD), complete with a mounting position, and supporting components such as nut and bolt, double adhesive tape. the result is called CAD Data. Then created a technical drawing (drawing). The results of mass production will be in accordance with the drawings, both in dimension and completeness komponennya.Tujuan: The finished product will be completely in accordance with product designs.

3. Mock-up Review
That makes a product that resembles the original product, evaluate by mounting to the car. If there are still shortcomings, CAD data is revised and evaluated again. It is intended to prevent problems when the product is mass produced. Purpose: To ensure product precision is really appropriate and in accordance with vehicle.

4. Tooling Development
Making the mass-production support, such as mold (mold), jig (tool of process / installation), checking fixture (tool checks the product). This process is generally time consuming, maximum 3 months. Purpose: To ensure all tools are used in accordance with the need to produce the best products.

5. Trial & Performance Evaluation
The results of the mass production of its endurance is tested through several tests are applied to Toyota standards such as resistance to heat, vibration, or chemicals.
Testing Standards:
Ensure the method used can really test the durability of the product. Example: For security guard front bumper and rear bumper guard was tested by performing 30 times the automatic car washing test (car washed 30 times continuously using the automatic car washing machine) to ensure no change of position and no peeling paint. For resistance to UV light side visor (ultraviolet) light irradiated tested with 130 V 80 ° C for 200 hours. Objective: To test the durability of the product so as to provide security and comfort to consumers.

6. Quality Control
Determine the boundaries of quality, such as dimensions and appearance (scratches, spots). Objective: To ensure only the highest quality products that will be to consumer.

Step 7 - Mass Production
Once the product meets certain standards that are applied TOYOTA, and has conducted the approval process (approval) or Supplier Suppliers then began mass production.

TMG is optimistic beat his fastest electric vehicle peugeot


TMG (Toyota Motorsport Gmbh) target is to beat the existing record by more than just a few seconds because it will show just how far the technology has evolved since the TMG began working on the KERS system in 2007. The vehicle is designed with two seats and is equipped with high performance electric powertrain developed by TMG.

This vehicle can travel with a speed of 260 km / h or (161.5 mph) and acceleration in the can from 0-100 km / h or (62 mph) in 3.9 seconds, Toyota will be able to more superior than having a Peugeot EX1 power 250 kW (340 bhp) in total and 9 minutes 1.1338 seconds record set earlier this year by Peugeot EX1. TMG car has a lithium-ceramic, the total weight of 970 kg. TMG said electric powertrain vehicle that uses two electric motors to provide peak power of 280 kW each series is ideal for single-create the future of motorsport electric company plans to begin commercial sales of electric powertrain technology next year, "says Ludwig Zeller General Manager Electrical & Electronics TMG. and TMG will create a new lap record for electric vehicles at the Nurburgring on August 29 this year.

Advantages and Disadvantages Technology VTEC

His time I will discuss about the Principle of Work Motor Gasoline 4 Steps. Step is any movement of the piston from the top of the cylinder or TDC (top dead point) to TMB (bottom dead point) or opposite from the TMB to the TMA. One step equals half the piston crankshaft rotation. Motor 4 stroke, for each cycle consists of four steps is a step of suction, compression, and exhaust business. Crankshaft or the crankshaft rotates twice selamapiston full round is completed the 4 steps. Here are pictures and descriptions principle works as follows:


a. Intake Stroke
The first step is the exploitation of which the fuel from the carburetor into the cylinder bore, at this step the piston moves from TDC and TMB sticks at the same time intake valve (intake valve) opens and the exhaust valve (exhaust valve) closed the meeting. At this suction step go mist of fuel and air mixture through the inlet or intake valve into the cylinder bore. After the fuel suction end of which the position of the piston is at TMB, the valve closes and the entry of terperangkaplah mist of fuel and air mixture inside the cylinder.

b. Compression Stroke
The second step is the compression stroke where the piston moves from the TMB to the TMA. In this step the second valve in a state closed the meeting so that the resulting compression of the engine is good. Large or small power generated by a machine good or bad depending on the compression results, as well as many, or at least the mixture of fuel and air is sucked in the first step. Shortly before the piston reaches TDC at the end of the compression stroke, spark plugs fire, causing combustion and high-pressure hot gas is formed.

c. Power Stroke
The third step is the step labor or business, in which the piston moves from TDC to the TMB, referred to the work steps for power generated at this step in order to run the vehicle. At this step the second hold still tetep valve shut and just before the piston reaches TMB, dump valve starts to open.

d. Exhaust Stroke
The fourth step is a step in waste, where the piston moves from TDC and TMB to the dump valve open, whereas the entry valve closes tightly. The movement of the piston toward the TMA TMB aims to encourage the rest of the combustion gases toward the exhaust. and return to the initial steps onward. Thanks for reading, hopefully useful for all your friends.

Saturday, 24 December 2011

CDI (Capacitor Discharge Ignition)

Pasti Anda tidak asing mendengar CDI dan telah mengetahui tentang CDI sepeda motor, bagi yang belum mengetahui CDI sepeda motor.  Disini saya akan memberikan sedikit informasi tentang CDI (Capacitor Discharge Ignition) yang sering disebut sistem pengapian kondensator atau (kapasitor). Kondensator yaitu merupakan salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan (discharge current) dari kondensator, untuk mencatudaya kumparan pengapian (ignition coil). 

Pada Sistem pengapian magnet terdapat beberapa kekurangan, yaitu: Membutuhkan Pencatu daya yang mempunyai keluaran dengan beda potensial listrik yang relatif rendah dan kuat arus listrik yang relatif besar. Hal ini menuntut pemakaian komponen penghubung yang mempunyai nilai resistansi serendah mungkin. Bentuk fisik kumparan pengapian yang dipakai relatif besar. Pemakaian kontak pemutus (breaker contact) menuntut perawatan dan penggantian komponen tersendiri. Kumparan pengapian yang dipakai haruslah mempunyai nilai Induktansi yang besar, sehingga unjuk kerjanya di putaran tinggi mesin kurang memuaskan. Yang nantinya akan dikembangkan sistem pengapian transistor atau TSI (Transistorized Switching Ignition) atau TCI (Transistor Controlled Ignition) yang menggunakan transistor untuk menggantikan kontak pemutus, perlahan-lahan kurang diminati seiring dengan kemajuan teknologi.

Cara kerja CDI
Sebuah pencatu daya akan mengisi muatan pada kondensator dalam bentuk Arus listrik searah sampai mencapai beberapa ratus volt. Selanjutnya sebuah pemicu akan diaktifkan untuk menghentikan proses pengisian muatan kondensator, sekaligus memulai proses pengosongan muatan kondensator untuk mencatudaya kumparan pengapian melalui sebuah Saklar elektronik. Karena bekerja dengan secara elektronik, sebagian besar komponennya merupakan komponen-komponen elektronik yang ditempatkan pada Papan rangkaian tercetak atau Printed Circuit Board (PCB), lalu dibungkus dengan bahan khusus agar terlindungi dari kotoran, uap, cairan maupun panas. Banyak orang yang menyebutnya modul CDI (CDI module), kotak CDI (CDI box), atau "CDI" saja. Sistem pengapian CDI terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Sistem pengapian CDI AC yang merupakan dasar dari sistem pengapian CDI, dan menggunakan pencatu daya dari sumber Arus listrik bolak-balik (dinamo AC/alternator).
2. Sistem pengapian CDI DC yang menggunakan pencatu daya dari sumber arus listrik searah (misalnya dinamo DC, Batere, maupun Aki). Terimakasih semoga bermanfaat sobb...
Demikian info yang saya berikan semoga bermanfaat bagi teman sekalian.